Chapter 19 - Perburuan Gembong Teroris (TAMAT)
Laksana Pahlawan peyelamat bumi, kami berlari menembus dinginnya dinihari kota Stanley. Jika saja kalian berada disitu, pasti kalian akan menganggap kami adalah Batman dan Robin, tapi sayangnya kalian tidak sedang berada disitu.
Saya berlari di depan Poleng dengan pandangan lurus kedepan, sementara Poleng setia mengikuti, dan sesekali ia menengok ke belakang seolah dikejar waktu, yang terus mengejar kami dengan menggunakan motor bebek.
14 tikungan dan 6 tukang tambal ban telah kami lewati, sampai akhirnya kami berhenti.
“Poleng kita akan kemana?”, tanya saya dengan nafas yang terpenggal-penggal.
“wau wau”, jawab Poleng yang maksudnya “saya juga bingung mau kemana kita?”.
-My Link